Activity

  • Kaya Melgaard posted an update 9 months ago

    Banyak dari kita tak mengetahui bahwa Al-Quran dahulu tidak berbentuk kodifikasi seperti ketika ini. Al-Quran dahulu adalah wahyu yang diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW dan belum dikodifikasikan. Berkat jasa Umar Bin Khattab terjadilah dinamika penulisan Al-Quran sehingga Al-Quran bisa terkodifikasikan seperti yang kita ketahui kini. Pengkodifikasian hal yang demikian berawal pada saat perang Yamanah.

    Dalam perang hal yang demikian banyak prajurit terbunuh terpenting dari kalangan penghafal Al-Quran. Memperhatikan kejadian semacam itu lalu Umar mengambil inisiatif untuk mengkodifikasikan Al-Quran. Via pro kontra dengan Abu Bakar yang ketika itu menjadi khalifah akibatnya diambil keputusan bahwa inspirasi Umar untuk mengkodifikasikan Al-Quran.

    pengertian doa menurut istilah agama pengkodifikasian tersebut juga berlangsung cukup lama yaitu sekitar satu tahun. Dalam melaksanakan hal ini Umar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk melakukannya. Agar ini bukan tanpa alasan sebab Zaid yakni orang yang menulis di hadapan Rasulullah saat beliau mendapatkan wahyu.

    Selain pengkodifikasian dapat dikerjakan dengan bagus dan tanpa melewatkan apa malahan karenanya dilakukanlah dua sistem sekaligus dalam dinamika penulisan Al-Quran. Pertama dia menerapkan cara mengaplikasikan wahyu yang pernah ditulisnya dulu dengan disertai oleh dua orang saksi. Selain metode tersebut Zaid menerapkan cara dengan metode mencatat hafalan Al-Quran dari para sahabat. Supaya tersebut dikerjakan untuk memperjelas potongan wahyu yang akan dikodifikasikan nantinya. Selain itu dengan kedua metode tadi diinginkan dapat menemukan potongan wahyu yang sirna atau sebagainya.

    Maka pengkodifikasian hal yang demikian kesudahannya diserahkan terhadap Abu Bakar dan selanjutnya sesudah Abu Bakar wafat kodifikasian tadi dimiliki oleh Utsman bin Affan. Mengamati hal hal yang demikian tentu saja kita patut berterimakasih kepada Umar bin Khattab sebab apabila bukan karena inisiatifnya kita tak mungkin mengenal Al-Quran yang kita kenal saat ini.

    Perjuangannya untuk melakukan inisiatif dalam dinamika penulisan Al-Quran memang layak untuk diacungi jempol. dari itu sebagai umat Islam, kita sepatutnya mengapresiasi hasil usaha beliau untuk mengkodifikasikan Al-Quran salah satunya dengan rajin membacanya. Kecuali itu kita juga sepatutnya bersyukur maka bayangkan saja sekiranya Al-Quran tak dikodifikasikan tentu saja seandainya akan sungguh-sungguh kesulitan dikala berharap membacanya.